Saturday, April 26, 2014

Cara Memberi Pakan Pelet Pada Ikan Lele

Pemberian pakan pelet yang tepat dan benar merupakan faktor yang paling penting di dalam memelihara ikan lele. Prinsip paling penting dan harus diperhatikan  di dalam memberi pakan pelet pada ikan  lele adalah � Tiga Tepat �   
 
yang dimaksud tiga tepat itu adalah :
  • Tepat Jenis
  • Tepat Jumlah
  • Tepat Waktu
Tepat jenis berarti, pakan yang diberikan harus benar-benar dari jenis yang tepat dan benar di dalam memenuhi kebutuhan pakan ikan lele tersebut. Tepat Jumlah berarti, pakan yang diberikan harus tepat jumlah dan tidak berlebihan. Adapun yang dimaksud Tepat Waktu adalah pemberian pakan harus sesuai dengan waktu pada saat lele sedang mengkonsumsi pakannya.

Jenis pakan yang sering dipakai oleh peternak lele pada umumnya adalah pelet, mengapa pelet ? karena jenis pakan ini sangat praktis dan memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik dan tinggi. Di pasaran, pelet tersedia dalam berbagai ukuran, dan ukuran tersebut di sesuaikan dengan ukuran ikan lele yang kita ternak. Ukuran tersebut adalah diameter 1, diameter 2, diameter 3, dan diameter 4 mm. selain pelet, ada juga pakan alami seperti keong mas, bekicot cacing tanah dan pakan yang diperoleh dari limbah rumah tangga, limbah pemotongan hewan dan limbah peternakan  ayam. 

Jumlah pakan pelet yang diberikan harus memenuhi kebutuhan pertumbuhan lele. Prinsip utama pemberian pakan pelet lele tersebut adalah � Berilah Pakan Sampai Kenyang � maksud dari berilah pakan sampai kenyang adalah ; pemberian pakan utama diberikan sebanyak 2-5% Per Hari dan dilihat dari bobot ikan lele yang kita ternak pada saat ini. Sebagai Contoh, Ikan lele yang sekarang ini sedang anda pelihara dengan jumlah 3000 Ekor, dengan perkiraan bobot per ekor nya 50 Gram, maka pakan utama yang tepat dan benar yang harus diberikan adalah 3000 Ekor X 50 g/ekor X 2-5% yaitu 3,0 sampai 7,5 kg. Apabila pakan utama berupa pelet dirasa kurang maka dapat diberikan pakan tambahan.

Pakan pelet diberikan 3 Kali sehari, yaitu pagi, sore dan malam hari. Pemberian pakan  pelet di lakukan pada saat suhu air masih rendah, mengingat ikan lele lebih aktif pada saat suhu sedang rendah. Pada saat suhu tinggi, ikan lele cenderung bersembunyi dan beristirahat, maka dari itu sangak  tidak dianjurkan memberi makan lele pada saat siang hari.

Di dalam memberi makan Pelet Pada Ikan Lele Hal-Hal yang perlu diperhatikan antara lain :
  • Bila Ikan Lele yang kita budidayakan sekarang ini mengkonsumsi  pelet atau pakan utama alangkah baiknya pelet tersebut direndam terlebih dahulu, fungsi perendaman tersebut adalah, agar pelet tersebut mengembang. bila pelet tersebut belum mengembang maka akan berakibat tidak baik pada saluran pencernaan lele tersebut.
  • Ukuran pelet harus disesuaikan dengan dengan mulut lele, maksudnya di saat lele membuka mulutnya ukuran pelet harus disesuaikan dengan ukuran mulut lele pada saat membuka mulutnya. Sebagai contoh, ikan lele yang berukuran kecil harus diperi lelet dengan ukuran yang kecil dan bila lele tersebut semaikin tumbuh besar maka berilah makanan pelet dengan ukuran yang di sesuaikan dengan  tumbuh besarnya ikan lele tersebut.
  • Di saat ikan lele akan kita panen, makanan pelet harus kita kurangi, dan diganti dengan makanan alami hal ini dimaksudkan untuk menekan biaya pakan lele.
Semoga Bermanfaat

Saturday, April 19, 2014

Teknik Mengemas Bibit Ikan lele Yang Baik Dan Benar



Pak  Eko, seorang pembudidaya ikan lele yang berasal dari Daerah  Nongsa-Batam, menuturkan kepada Raja lele Mangkutana, bahwa bibit ikan lele yang baru dibelinya sejumlah 5000 bibit banyak yang mati, tinggal tersisa 1300 bibit yang bisa bertahan hidup, saya melihat bibit ikan lele banyak yang mengalami stress. Apa Penyebabnya ? dan bagaimamana cara mengemas bibit ikan lele yang benar, sehingga bibit ikan lele tersebut bisa langsung kita tebar ke kolam ? Pertanyaan tersebut disampaikan Pak Eko Melalui Email Raja Lele Mangkutana.
 
Problem bibit lele mati atau stress sering di alami para pembudidaya lele pemula ketika akan menjual atau membeli bibit ikan lele. Untuk itu pada kesempatan di hari Minggu yang berbahagia ini, kami akan Sharring bagaimana Teknik mengemas bibit ikan lele yang baik dan benar , bila teknik ini kita kuasai maka tidak akan ada lagi yang dirugikan. Dan yang terpenting adalah kita memaksimalkan kematian bibit ikan lele tersebut
Teknik pengemasan bibit yang paling efektif dan cukup efisien pada saat ini adalah, dengan menggunakan kantong plastik. Supaya Bibit ikan lele dapat bernafas dengan baik, di dalam kantong plastik, disarankan untuk menambah oksigen dengan komposisi 2/3 terisi okesigen dan 1/3 kantong terisi air. 

Adapun Teknik Pengemasan bibit ikan lele yang baik dan  benar adalah sebagai berikut :

  • Bibit ikan lele yang akan diangkut  disarankan untuk tidak diberi makan selama 1-2 Kali waktu makan. Sebagai contoh bila bibit akan diangkut pagi hari, maka mulai sore hari bibit tersebut tidak perlu diberi makan. Tujuannya agar bibit ikan lele tidak terlalu banyak membuang kotoran di saat sedang di dalam kantong plastik tersebut.
  • Kantong plastik yang akan digunakan harus cukup besar, yang dapat diisi air antara 20-100 Liter
  • Kantong plastik yang sudah disiapkan diisi dengan air hingga sepertiganya jangan sampai lebih
  • Perhatikan bibit ikan lele yang akan dimasukkan  ke dalam kantong plastik, perhatikan juga kepadatannya, untuk ukuran bibit 3-5 cm, sebaiknya kepadatannya tidak lebih dari 100 Ekor/liter
  • Setelah bibit lele dimasukkan ke dalam kantong plastik, isi kantong tersebut dengan udara, disarankan menggunakan pompa oksigen khusus.
  • Bila cara diatas sudah dilaksanakan maka, teknik terakhir adalah mengikat ujung plastik dengan menggunakan karet. Dan pastikan kantong plastik tidak dalam keadaan bocor. Setelah dirasa benar-benar aman, maka silahkan mengangkut bibit ikan lele tersebut.

Apabila pengiriman bibit harus menempuh jarak yang jauh dengan waktu yang cukup lama, sebaiknya kepadatan bibit dikurangi, namun bila jarak pengirimannya dekat, kepadatan bibit lele boleh ditambah sampai ambang batas maksimal.   

Komposisi pengisian bibit lele yang bagus adalah bila jarak pengangkutan bibit tersebut menempuh waktu 4-10 jam maka bibit lele yang harus dimasukan sejumlah 100-150 bibit,  bila jarak tempunya memakan waktu 10-20 jam lebih, disarankan memasukkan bibit 75-100 ekor. Dan bila jarak tempuhnya lebih dari 20 Jam maka disarankan kantong plastik tersebut diisi kurang dari 75 bibit lele.

Semoga Tips Ini Bermanfaat.. Selamat Mencoba.



Saturday, April 12, 2014

Sejarah Singkat Riset Dan Penelitian Ikan Lele Di Indonesia



Salam Budidaya

Pada Artikel kali ini Raja Lele Mangkutana akan memberikan Info tentang  sejarah riset dan penelitian ikan lele di Indonesia, harapan kami semoga artikel ini dapat menambah wawasan para pembudidaya dan khususnya pembaca setia website Raja Lele Mangkutana
Kegiatan Riset dan penelitian ikan lele di Indonesia sebenarnya sudah lama di lakukan, pengembangan riset tersebut mulai di lakukan pada Tahun 1979 yang berpusat di Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar Bogor.  Obyek yang di teliti adalah Ikan Lele sedangkan  riset yang dikaji adalah :
  • Induk Lele
  • Benih Lele
  • Lingkungan  atau kultur hidup lele
  • Penyakit lele
Perkembang biakan Lele

Team dari Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar Bogor  melakukan  penelitian tersebut sampai 11 tahun, dan  baru berakhir pada Tahun 1995. Berakhirnya riset dan penelitian tersebut di karenakan, sejak  Tahun 1996 Ikan lele sudah di anggap sebagai komoditas yang cukup di kenal oleh masyarakat Indonesia, dan perkembangannya dari Tahun ke Tahun mengalami peningkatan yang luar biasa baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. 
 Hasil Riset Dan Penelitian Lele

Hasil riset dan penelitian Ikan lele yang memakan waktu yang cukup panjang ini, telah berhasil melahirkan ikan lele sangkuriang, itu salah satu contohnya. Namun demikian Raja Lele Mangkutana mempunyai pendapat lain, dari segi kualitas dan kuantitas perkembangan budidaya lele di Indonesia masih kalah dengan Negara Vietnam, dan mungkin kita bisa meniru Negara tersebut. Terutama di dalam menghasilkan jenis varian baru ikan lele.
Hasil Riset dan Penelitian Ikan Lele di Indonesia telah berhasil melakukan inovasi dan modifikasi lele baik dari segi percepatan pertumbuhan maupun pada penanggulangan penyakit, adapun hasil yang didapat selama 11 Tahun melakukan riset tersebut adalah sebagai berikut :
  • Judul Riset : Penggunaan Silase dan Tepung darah dalam tepung lele
Tahun Riset : 1991
Peneliti :  Djajasewaka bersama Team
Hasil Riset : 15% silase atau tepung darah dapat digunakan sebagai sumber protein pada lele
  • Judul Riset : Besaran debit air dalam pemeliharaan benih lele
Tahun Riset : 1992
Peneliti : Hidayat Bersama Team
Hasil Riset : Air tergenang lebih cocok untuk memelihara ikan leledi kolam tembok, karena suhunya konstan, pergantian air dilakukan setip 3 Minggu sekal. Debit air yang diperbolehkan adalah  kurang 0,5 Liter Per Menit
  • Judul Riset : Pakan yang sesuai untuk larva lele
Tahun Riset : 1992
Peneliti : Insan Bersama Team
Hasil Riset : Formulasi pakan larva lele yaitu penggabungan pakan alami  atau moinasebanyak 20%  biomassa sesuai untuk larva yang berumur 5-20 hari, setelah itu baru dilanjutkan pakan buatan sebanyak 10% untuk larva yang berumur 21-31 hari.
  • Judul Riset : Vaksinasi dapat meningkatkan kelangsungan hidup Benih Ikan Lele

Tahun Riset : 1992
Peneliti : Taukhid dan Rukyani Bersama Team
Hasil Riset : Vaksinasi benih lele secara perendaman selama 15-30 menit dapat meningkatkan kelangsungan hidup benih ikan lele dari 7,4% menjadi 50,2% pada saat air mengalir dan 82,6% pada saat air stagnan.

Semoga Bermanfaat

Sunday, April 6, 2014

Keunikan Sistem Pemasaran Agribisnis Ikan lele Di Indonesia



Kunci keberhasilan agribisnis ikan lele terletak pada sukses tidaknya pemasaran ikan  tersebut, bila sistem pemasarannya buruk maka akan mempengaruhi perputaran perdagangan yang sedang anda jalankan pada saat ini.

Dengan mengenal Sistem pemasaran Agribisnis ikan lele di Indonesia paling tidak kita akan mengetahui bagaimana sebenarnya memasarkan ikan lele yang sedang kita budidayakan, sehingga hasil yang kita capai akan mengalami peningkatan secara signifikan.

Karakter pemasaran lele di Indonesia sangatlah unik, Keunikan Pertama, pedagang atau pengepul ikan lele lebih menyukai ikan lele dari peternak dengan ukuran 8-10  cm per ekor dan dihitung  Per Kilogram yang biasa disebut lele super atau Raja Lele, di luar dari ukuran itu biasanya harganya akan lebih murah dengan selisih harga Rp. 1.500 sampai dengan Rp. 2.500 Per Kilogramnya. 

Keunikan Kedua, biasanya pedagang atau pengepul ikan lele seringkali memilah ikan berukuran super atau raja lele di masukkan sebagai golongan ikan afkir dengan demikian akan ada perbedaan harga yang cukup besar, jika sudah demikian yang akan di untungkan adalah pihak pedagang atau pengepul sementara itu pihak peternak sangat dirugikan dengan sistem perdagangan seperti itu.

Sebagai contoh, Bila peternak  akan menjual ikan lele yang di budidayakan kepada pedagang atau pengepul, umumnya secara praktek di lapangan sekitar 10% dari hasil panen adalah ukuran afkir, dengan kalkulasi 10% dari total panen sekitar 700kg/100 m2 luas kolam, namun kadangkala oleh pedagang jumlah ukuran afkir tersebut akan dinaikkan menjadi  25% sampai dengan 35% , ambil rata-rata 25%  X 700 X Rp. 2500 = Rp . 435 000  keuntungan sebsar itu sebenarnya menjadi haknya peternak lele, akan tetapi akibat sistem perdagangan yang tidak fair akhirnya keuntungan tersebut berpindah kepada peadagang atau pengepul.
Keunikan Ketiga, Sistem perdagangan yang satu ini dikenal dengan nama � Angetan � sistem ini bisa kita temukan di daerah parung Jawa Barat, cara kerjanya, jika peternak akan menjual hasil panennya, peternak harus menambahkan setiap ukuran tertentu , dengan besaran berat antara 1-2 Kg, sebagai contoh, bila kita timbang ikan lele seberat 82 Kg maka yang tertulis dan dihitung oleh pedagang hanya 80 Kg, sepertinya berat 2 Kg itu kecil sekali, tapi bila kita hitung berapa kali masa panen maka hasil dari 2 Kg itu sangat besar sekali. Dan sistem ini sangat jelas-jelas merugikan peternak lele

Solusi Agar Peternak lele Tidak Dirugikan Oleh Pedagang Atau Pengepul 

  • Bentuk Kelompok Peternak Lele
  • Bentuk koperasi yang berfungsi untuk menampung hasil panen lele
  • Perkuat jaringan antar pembudidaya lele 

Bila tiga solusi tersebut kita bentuk dengan management yang baik  secara otomatis sistem perdagangan lele yang dapat merugikan peternak akan berangsunr-angsur  hilang, dengan demikian peternak pun akan mendapatkan harga lele  yang cukup tinggi. 

Semoga Bermanfaat