Thursday, March 20, 2014

Cara Mudah Memelihara Dan Merawat Telur Lele



Memelihara dan merawat telur lele sangatlah mudah, cara  yang akan kami sampaikan ini adalah untuk telur yang sudah dibuahi, bila teknik ini kita ikuti maka akan menghasilkan bibit lele yang benar-benar berkualitas.

Bila mendapati indukan ikan lele sedang bertelur, dan telur tersebut sudah dibuahi maka langkah selanjutnya adalah segera pindahkan telur tersebut ke kolam penetasan, cara pembuatan kolam penetasan untuk menampung telur ikan lele itu tidaklah terlalu sulit, cukup gunakan ember, baskom atau galon air, yang terpenting suplai air besih dan oksigen yang cukup itu sudah bisa kita gunakan  untuk  menetaskan telur lele tersebut.

Agar Kadar oksigen cukup terpenuhi, maka langkah selanjutnya buatlah Regulator air secara sederhana, dapat dibikin dari selang plastik berdiameter 0,5 cm, ember, ijuk, kerikil, pasir dan arang kelapa. Selang plastik direkatkan pada ember, satu selang masuk dari bagian atas, satu selang keluar berada di bagian bawah. Bagian dasar ember diberi lapisan kerikil, pasir, arang kelapa dan ijuk secara berurutan. Air dari kolam akan bergerak kesebelah atas ember, kemudian disaring dengan lapisan-lapisan kerikil, pasir, arang kelapa, dan ijuk. Air yang telah tersaring kemudian dialirkan ke kolam melalui selang yang ada di bawah. 

Untuk menghasilkan Telur ikan lele yang berkualitas maka dibutuhkan pemeliharaan dan perawatan adapun cara-caranya sebagai berikut :

  • Masukkan telur lele ke dalam kolam penetasan dengan menggunakan sendok platik  secara perlahan dan hati-hati.
  • Usahakan Telur lele ditebar secara merata, pada dasar kolam dan tidak saling bertumpukkan.
  • Kepadatan jumlah telur lele adalah sekitar 60.000 sampai dengan 75.000 telur per meter persegi.
  • Untuk meratakan telur lele pada dasar kolam dapat dilakukan dengan menggunakan bulu ayam yang bersih. 

Bila cara di atas sudah dilakukan maka langkah selanjutnya kita tinggal menunggu telur lele tersebut menetas waktunya antara 24 jam sampai dengan 36 jam, kecepatan menetas tergantung pada suhu air. Bila suhu cukup hangat maka telur lele akan cepat menetas, bila suhunya rendah maka penetasan telur lele akan memakan waktu yang lama.

Semoga Bermanfaat.

Friday, March 14, 2014

Tips Membeli Bibit Lele Berkualitas



Beberapa hari yang lalu, seorang pembudidaya lele yang bernama Pak Didik yang tinggal di Makasar menanyakan kepada Raja Lele mangkutana, pertanyaanya adalah, bagaimana cara membeli bibit lele yang berkualitas, sehingga kita tidak terkecoh dan salah beli bibit ikan lele yang akan dibudidayakan. 

Fenomena salah beli bibit lele terkadang menjadi masalah tersendiri bagi pembudidaya pemula, baik itu untuk pembelian  bibit lele dumbo, bibit lele sangkuriang, bibit lele masamo, bibit lele paiton dan bibit ikan lele kaka. Agar hal itu tidak terjadi maka kami akan membagikan tips tersebut kepada pembudidaya ikan lele di manapun anda berada, semoga tips ini berguna dan bermanfaat untuk kita semua.

Sebelum anda memutuskan untuk membeli bibit ikan lele yang super bagus dan berkualitas, hal-hal yang harus diperhatikan dan dicermati adalah :


  • Belilah  bibit ikan lele pada pembibit atau penjual terpercaya. Ada baik nya anda mengenalnya terlebih dahulu, ingat salah beli bibit lele akan mempengaruhi hasil ikan lele yang dibudidayakan.
  • Pastikan bibit yang akan anda beli benar-benar bibit yang bagus dan berkualitas, tanyakan pada penjual indukan bibit lele di dapat dari mana ? bagaimana proses pemijahannya ? bagaimana proses pembesarannya sampai se detail-detailnya.
  • Periksa bibit lele yang akan anda beli, pastikan tidak ada seekor bibitpun yang terserang penyakit, karena penyakit lele sangat dengan mudah sekali menular ke bibit ikan lele yang sehat.
  • Bila anda sudah yakin dan sudah mendapatkan bibit lele tersebut, untuk membawa bibit yang sudah dibeli, gunakan  kantong plastic yang sudah di isi oksigen. Apabila harus menempuh jarak yang sangat jauh, di sarankan setiap 1 jam sekali kantong perlu dibuka dan ditambah oksigen.
  • Hindari goncangan yang berlebihan pada saat membawa bibit lele yang sudah terbeli agar bibit lele tersebut tidak cepat stress
  • Bibit lele yang sudah dibeli dari tempat yang jauh sebaiknya di karantina terlebih dahulu dalam bak plastic sebelum dipindah ke kolam.
Rekomendasi  Tempat Pembelian Bibit Lele yang Berkualitas

  • Pusat Penjualan Bibit Raja lele Mangkutana  Luwu Timur Sulawesi Selatan
  • Balai Benih Ikan atau disingkat BBI di masing-masing Kota Kabupaten tempat anda tinggal
  • Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Sukabumi Jawa Barat disingkat BBPBAT
  • Balai Pengembangan Budidaya Perikanan Air Tawar  disingkat BPBPAT Cijengkol Sukamandi Jawa Barat


Semoga Bermanfaat

Thursday, March 6, 2014

Cara Termudah Memelihara Larva Lele



Pada postingan kali ini, Raja Lele Mangkutana akan membagikan artikel tentang Cara Termudah Memelihara Larva lele. Semoga artikel ini bisa berguna dan bermanfaat untuk kita semua. Sebelum berlanjut ke penjelasan yang lebih dalam  mungkin ada sebagian pembudidaya lele masih belum mengerti tentang Larva, Larva Lele sendiri adalah hasil dari telur ikan lele yang sudah menetas.

Larva lele yang sudah menetas harus di rawat dan di pelihara dengan baik, dan hal ini kita lakukan secara teliti dengan memperhatikan kondisi air dan ketersediaan pakan. 

Adapun Teknik Paling Mudah Merawat dan Memelihara Larva Lele Antara Lain :

  • Air Kolam harus terjaga kualitasnya, di sarankan setiap 2-3 Hari air harus diganti
  • Untuk pergantian air jangan membuka lubang saluran pembuangan kolam, karena bila ini kita lakukan larva akan terbawa arus air dan keluar lewat lubang saluran pembuangan kolam
  • Cara membuang air kolam yang berisi  larva lele yang benar adalah dengan mengambil air dengan menggunakan ember kecil, lakukan secara berhati-hati agar larva lele tidak ikut terbawa.
  • Pada hari ke 3 Larva lele jangan diberi pakan, karena pada hari tersebut larva masih belum cukup kuat menerima makanan dari luar, satu-satunya konsumsi makanan larva lele adalah sisa telur yang sudah menetas.
  • Pada Hari ke 4 dan seterusnya silahkan diberi pakan alami yang berukuran kecil
  • Pakan alami yang dianjurkan untuk diberikan adalah kutu air, cacing sutra dan cacing darah
  • Apabila tidak menemukan pakan alami seperti kami terangkan di atas, gunakan pelet tepung, kelemahan memberikan pelet tepung adalah, air kolam akan cepat kotor karena tidak semua pakan pelet tersebut akan habis dimakan oleh larva lele, kelemahan yang kedua pertumbuhan larva lele sangat lambat bila diberikan pelet tepung, berbeda bila kita berikan pakan alami.
  • Tutuplah kolam yang berisi larva lele hal itu bertujuan untuk mencegah masuknya binatang memakan larva lele seperti katak, ular, dan kadal.

Itulah beberapa tips mudah untuk merawat larva lele, bila ada sahabat pembudidaya di seluruh Tanah Air ada yang kurang jelas bisa menghubungi Raja lele Mangkutana.

Semoga Bermanfaat.