Tuesday, February 25, 2014

Benarkah Kolam Tanah Sudah Tidak Efektif Dipakai Untuk Beternak Lele



Bagi Peternak ikan lele pemakaian media kolam tanah sudah tidak asing lagi, yang dimaksud kolam tanah itu sendiri adalah, kolam yang bagian dinding dan dan dasarnya memakai tanah. Kola mini harus terus terhubung secara langsung sumber air karena kolam dengan model seperti itu cepat sekalki kehilangan air alias menyusut.  Di beberapa daerah, kolam tanah hampir seperti danau mini yang tidak pernah kering.

Sebelum digunakan, kola tanah perlu diberi perlakuan suci hama, terutama terhadap cendawan penyebab penyakit. Penyemprotan dengan fungisida yang aman bagi ikan lele dapat dilakukan. Selain itu, sebelum diberi air, kolam terlebih dahulu di tebari dengan kapur pertanian sebbanyak 10-50 g/m2. Kapur pertanian akan mematika bibit penyakit dan sekaligus akan meningkatkan ph tanah dan air. 

Pemberian pupuk kandang sebanyak 200-500 g/m2 juga perlu dilakukan umtuk menumbuhkan jasad renik atau plankton yang merupakan makanan ika lele. Kolam tanah yang baru selesai di gali di biarkan terkena matahari selama 1-2 minggu agar bibit penyakit mati. Kolam kemudian diisi air hingga penuh dan dibiarkan selama seminggu untuk menumbuhkan jasad renik yang bermanfaat bagi lele. Sekaligus untuk menstabilkan air dan kolam.

Dari artikel tutorial di atas tentang pemakaian kolam tanah sebagai media untuk budidaya lele, ternyata sudah tidak efektif lagi, jadi bila ada pembudidaya lele yang bertanya benarkah kolam tanah sudah tidak efektif lagi untuk dipakai beternak ikan lele, maka jawabannya adalah benar. 

Kelemahan memakai kolam tanah di dalam beternak lele adalah :

  • Kurang Praktis, karena tidak dapat lama menahan air di musim kemarau
  • Pinggir kolam gampang sekali longsor
  • Lele mudah terserang penyakit bila menggunakan media kolam tanah 

Karena banyak sekali kelemahan media kolam tanah maka banyak sekali pembudidaya mulai meninggalkan media tersebut dan beralih ke media kolam terpal dan kolam tembok.

Semoga Bermanfaat



Friday, February 14, 2014

Dampak Letusan Gunung Kelud Peternak Lele Merugi



Letusan Gunung Kelud yang terjadi pada Hari Kamis 13/2 2014 Jam 21.15 dampaknya sangat besar sekali bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung tersebut. Beberapa sektor yang yang lumpuh antara lain pertanian, peternakan, perikanan, bisnis sampai pendidikan.  Lumpuhnya beberapa sektor tersebut di akibatkan semburan larva dan abu vulkanik yang di keluarkan oleh Gunung Kelud.

Demikian juga dengan Peternak lele yang tinggal di radius 20-75 Kilometer dekat Gunung Kelud sudah dapat dipastikan akan mengalami kerugian yang cukup besar. Sentra Industri Lele yang terkena dampak cukup besar seperti Desa Tulung Rejo, Desa Bendo, Desa Wates, Desa Pesing, Desa Pare, Desa Badas, Desa Gurah , Desa Ngancar Desa Ngasem, Desa Plemahan dan Desa Pagu, semua Desa yang kami sebutkan tersebut masuk  di wilayah  Kabupaten Kediri yang lokasinya berdekatan dengan Gunung Kelud.
Data yang kami dapatkan dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kediri, Setiap hari peternak lele di Kabupaten Kediri berhasil menjual benih lele dan lele konsumsi antara 15-20 Ton, bisa kita bayangkan berapa penghasilan rata-rata yang di dapat dari jualan ikan tersebut.  Sekarang ini setelah gunung kelud meletus mereka pembudidaya lele sudah tidak bisa merasakan lagi hasil panen lele yang di budidayakan.

Kolam Lele Tertimbun Abu Vulkanik

Sahabat pembudidaya lele yang bernama Agus yang tinggal di Desa Tulungrejo Pare Kabupaten  Kediri mengungkapkan kepada Raja lele Mangkutana, � Saat ini kami sudah tidak bisa berbuat apa-apa, rumah, sawah, ternak dan ikan lele yang di budidayakan kami tinggal untuk mengungsi, ini kami lakukan demi keselamatan saya dan keluaga, padahal ikan lele yang saya ternak pada saat ini sudah siap untuk di panen, dan sekarang ini , 15 kolam lele yang saya miliki  sudah pasti tertimbun abu vulkanik Gunung Kelud. � Ujarnya.

Cerita dari  sahabat pembudidaya lele  tersebut dapat kita simpulkan betapa dahsyatnya bencana yang di akibatkan gunung meletus, untuk itu kami mengajak rekan-rekan pembudidaya lele di seluruh tanah air, mari kita bantu saudara-saudara kita yang saat ini terkena musibah bencana, mari kita ringankan penderitaan mereka, paling tidak adalah, memberikan sedikit donasi dari hasil panen lele yang kita dapatkan selama ini.






Friday, February 7, 2014

Keuntungan Memelihara Lele Di Kolam Terpal



Metode memelihara lele dengan menggunakan kolam terpal saat ini sangat diminati oleh peternak lele di seluruh Indonesia, ada banyak keuntungan yang di dapat bila menggunakan metode ini di antaranya :
  • Lebih praktis
  • Lebih efisien
  • Lebih mudah dalam pembuatannya
  • Lebih murah
  • Lebih hemat waktu dan tenaga dalam pengerjaannya



Kolam terpal lele biasanya berbentuk bujur sangkar, dan disesuaikan dengan bentuk terpalnya, dan kebanyakan ukuran yang dipakai adalah 2 X 2m dan 3 X 3m. Cara memperkirakan ukuran kolam dengan ukuran terpal ada metode penghitungannya tersendiri, sebagai contoh untuk ukuran terpal 6 X 6m maka kolam lele yang harus dibuat harus berukuran 4,5 X 4,5 X 0,75m. Bila ukuran Terpalnya 8 X 8 maka kolam yang harus dibikin harus berukuran  6,5 X 6,5 X 0,75m.

Ada 2 Cara di dalam membuat kolam terpal, cara pertama dengan membuat lubang kolam di tanah yang kemudian ditutupi dengan terpal, sehingga terbentuk kolam terpal. Cara yang kedua adalah dengan menggunakan bamboo yang dianyam dan didirikan, kemudian pada bagian tengahnya di taruh terpal sehingga berbentuk cekungan.

Apabila terpal masih baru sebaiknya terpal tersebut di rendam terlebih dahulu dengan mengunakan air mengalir. Kemudian di jemur dalam beberapa hari. Tujuannya adalah untuk menghilangkan bibit penyakit dan senyawa yang berbahaya bagi ikan lele yang akan kita budidayakan.

Pemasangan pipa paralon untuk keluar masuknya air sebaiknya juga dipasang, fungsi pipa paralon itu sendiri adalah untuk  sirkulasi oksigen tetap tinggi, kebersihan air tetap terjaga dan pertumbuhan ikan lele akan lebih baik.

Kolam terpal yang sudah siap dibuat, sebelum digunakan terlebih dahulu diberi pupuk kandang dengan takaran 200-g/m2, kapur pertanian 10-50g/m2 dan pupuk urea 50-100g/m2. Pemberian pupuk kandang dan pupuk urea dimaksudkan untuk meningkatkan pertumbuhn jasad renik, sedangkan penambahan kapur pertanian dimaksudkan untuk mematikan bibit penyakit dan meningkatkan ph air.

Selamat Mencoba



Keuntungan Memakai Kolam Tembok Untuk Beternak Lele



Bagi peternak ikan lele pemilihan kolam sebagai media untuk pembenihan, pendederan dan pembesaran lele harus dipersiapkan secara khusus. Mulai dari menghitung jumlah dana yang di keluarkan  untuk pembuatan kolam, mempersiapkan bahan, menghitung luas kolam  dan pembuatan  kolam tembok sampai jadi.

Pemakaian kolam tembok sebenarnya merupakan penyempurnaan dan perbaikan dari kolam tanah, dinding dan dasar kolam yang semula tanah dibikin tembok secara permanen.  Tidak ada aturan yang baku dalam hal ukuran pembuatan kolam tembok, akan tetapi di sarankan kolam tersebut jangan terlalu besar  dibuat, hal tersebut dimaksudkan agar kita mudah untuk merawatnya.

Ukuran kolam tembok yang biasa dipakai peternak  lele memiliki lebar 1-2 meter dengan panjang 3-5 meter, kolam yang hanya berukuran 1-2 meter sangat memudahkan untuk pengaturan dan perawatan. Kolam tembok yang baru selesai dibuat sebaiknya jangan langsung di gunakan  untuk pendederan karena masih panas dan banyak mengandung unsur senyawa yang dapat meracuni benih lele.
Kolam tembok yang baru dibikin, sebaiknya diisi air hingga � dari ukuran kolam, kemudian diberi potongan batang pisang yang cukup banyak, dan biarkan selama 1-2 minggu. Potongan batang pisang yang membusuk akan menyerap senyawa racun yang berbahaya bagi benih lele. 


Sebelum kolam tembok digunakan sebaiknya terlebih dahulu diberi kotoran ayam 200-500 g/m2, hal ini
dimaksudkan untuk meningkatkan pertumbuhan pakan alami seperti plankton dan jasad renik. Berikan juga kapur pertanian 10-50 g/m2 yang berfungsi untuk meningkatkan ph air dan membunuh bibit penyakit. Perawatan kolam tembok sebaiknya dilakukan secara terus-menerus dan berkala, perawatan yang dimaksud adalah penyegaran air kolam, jaga kualitas air agar tetap bersih dan kandungan oksigennya tetap tinggi. Gunakan pipa paralon berdiameter 1-1,5 cm  untuk system pembuangan air dan memasukan air.

Keuntungan Memakai Kolam Tembok 

  • Lebih mudah perawatan
  • Lebih awet
  • Lebih aman dari serangan bibit penyakit
  • Kualitas air di kolam tembok lebih terjaga mutunya.
  • Lebih mudah pengaturan


Semoga Bermanfaat

Sunday, February 2, 2014

Waspadai Parasiter Cendawan Yang Menyerang Ikan Lele



Faktor penentu keberhasilan di dalam beternak ikan lele terletak pada kesehatannya, semakin  kita serius merawat lele maka hasil yang di dapat akan baik. Perawatan itu meliputi menjaga bagaimana ikan lele tersebut tidak terkena serangan penyakit, menjaga kualitas air kolam dan menjajaga kualitas pakan yang kita berikan. 

Parasiter pada lele merupakan penyakit, dan  itu harus kita waspadai, wajib kita ketahui dan harus memahami bagaimana cara mengatasinya.  Pada artikel yang yang lalu Raja lele mangkutana telah Share Artikel Tentang  Mengenal  Parasiter Cacing Yang Menyerang Ikan Lele dan Artikel Tentang Mengenal Parasiter Bakteri Pada Ikan Lele.  Dan Pada  artikel kali ini, merupakan kelanjutan 2 artikel yang telah kami berikan 2 hari lalu, dengan harapan semoga dapat menambah ilmu dan wawasan buat pembudidaya lele di seluruh Tanah Air. 

Parasiter Cendawan Yang Wajib kita Waspadai  Antara Lain :

      -Parasiter Cendawan Saprolegiasis sp

Penyakit yang disebabkan cendawan Saprolegiasis sp, mudah di kenali dengan muculnya benang-benang halus berwarna putih di daerah kepala, tutup insang dan sirip. Lama-kelamaan kulit di daerah tersebut akan mengelupas dan sirip akan habis karena lele sering menggosok-gosokkan badannya ke dasar atau dinding kolam. Pengendalia penyakit ini di lakukan  dengan langkah  sebagai berikut :
  • Pisahkan ikan yang sakit dengan ikan yang sehat agar cendawan tidak menular.
  • Pada daerah yang sering terserang kurangi kepadatan tebar ikan.
  • Pengantian air harus segera di lakukan apabila sudah ada ikan yang terserang. Air yang baru di beri kapur pertanian 10-15 g/m2 untuk menghambat penyebaran cendawan.
  • Ikan yang sakit disembuhkan dengan merendamnya dalam larutan Malachite Green Oxalate dengan dosis 3g/m3

-Parasiter Cendawan White Spot

Cendawan white spot ini di tandai dengan munculnya bercak-bercak putih pada kulit dan insang ikan.  Lele sering menggosok-gosokkan tubuh ke dasar atau pingir kolam yang kemudia berakibat terkelupasnya kulit lele. Geraka berenang ikan akan menjadi lambandan malas makan . Pada tahap lanjut  ikan akan diam dengan posisi menghadap ke atas. Bagian ekor ikanpun mulai habis. Penyakit ini cukup serius dan dapat menyebar dengan cepat. Cara pengendaliannya adalah sebagai berikut :
  • Lele yang sakit harus segera di ambil dan dipisahkan dari lele yang sehat.
  • Lakukan pergantian air secepatnya dan lakjukan secara rutin. Pada air yang baru dapat di tambahkan kapur pertanian sebanyak 10-15g/m2 luas kolam. Untuk menghambat laju pertumbuhan cendawan White Spot.
  • Lele yang terserang cendawan white spot di rendam dengan larutan  Malachite Green Oxalate 1g/m3 air. Untuk pencegahan, kolam dapat juga diberi ini sebanyak 0,1g/m3 air.

      -Parasiter Cendawan Tichodina sp

Cendawan Tichodina sp, menyerang lele hingga lele tersebut melambat gerakan berenangnya, kurang nafsu makan, dan suka menggosok-gosokkan  tubuhnya ke dasar ataupun dinding kolam. Hal itu akan mengakibatkan lele mengalami luka dan pendarahan. Langkah-langkah yang dapat di lakukan untuk mengatasnya adalah sebagai berikut :
  • Pisahkan ikan yang sakit dengan ikan yang masih sehat agar cendawan Tichodina sp tidak menular.
  • Pada derah yang sering terserang, kurangi kepadatan tebar ikan.
  • Penggantian air harus segera di lakukan, bilamana sudah ada ikan yang terserang. Air yang baru di beri kapur pertanian 10-15g/m2 untuk menghambat penyebaran cendawan tersebut.
  • Ikan yang sakit di sembuhkan dengan merendamnya dalam larutan  Malachite Green Oxalate dengan dosis 0,1g/m3.


Semoga Bermanfaat