Tuesday, January 21, 2014

Banjir Musiman 2014 Peternak Lele Di Indonesia Terancam Gagal Panen



Tingginya curah hujan yang di mulai Bulan November 2013 dan di prediksi akan berhenti pada Bulan Februari 2014 di sebagian  Wilayah Indonesia, berakibat datangnya banjir yang melanda Jakarta, Manado, Riau, Sulawesi Selatan, Maluku,  sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah, Ambon, dan Jawa Timur.

Banjir musiman di Tahun 2014 ini sudah menjadi bencana nasional, di sebut musiman di karenakan terjadi setiap tahun bahkan ada beberapa daerah yang menjadi langganan banjir pada saat musim hujan tiba,  pada banjir tahun ini, juga bisa kita sebut menjadi bencana nasional, karena kerugian yang di derita akibat banjir sudah tidak bisa kita hitung walau dengan kalkulator sekalipun.

Sebagai contoh, banjir yang terjadi di Jakarta dan di Manado, berapa kerugian yang di derita masyarakat dan pemerintah, aktifitas ekonomi dan bisnis sempat lumpuh dalam beberapa hari, kerugian material dan in material yang sudah tidak bisa di hitung lagi bahkan ada  sebagian  masyarakat  yang kehilangan nyawa anggota keluarganya akibat di terjang banjir bandang yang maha dahsyat.

Peternak lele Mengalami Kerugian Besar Akibat Banjir Musiman 2014 

Peternak lele di seluruh Tanah Air, terutama yang saat ini daerahnya terkena musibah banjir sudah di pastikan akan mengalami gagal panen, seperti yang di tuturkan Daeng, sahabat budidaya asal Sulawesi Selatan  kepada Raja Lele Mangkutana beberapa Hari yang lalu, Tahun 2014 adalah tahun duka bagi peternak lele, saya punya 10.000 ribu benih lele dan 5000 lele yang siap panen hilang di terjang banjir. Ujarnya. Di daerah ini sudah menjadi langganan banjir, saya sudah rugi besar, saya tidak bisa beternak dan jualan lele lagi. Dan mungkin apa yang saya rasakan juga di rasakan saudara-saudara kita di daerah lain yang pada tahun ini terkena bencana banjir. Untuk itu kami mohon perhatian kepada pemerintah agar diberikan solusi bagaimana bencana banjir tidak mengenai di daerah kami.
  
Perlu Bantuan Penanganan Serius Dari Pemerintah

Dampak banjir yang di rasakan peternak lele di seluruh Indonesia tentunya akan berakibat kerugian yang cukup besar secara materi, untuk itu di perlukan bantuan dan  penanganan yang serius dari pemerintah, sampai detik ini pemerintah masih belum mampu mengatasi permasalahan tersebut, upaya yang paling penting adalah perhatian kepada peternak lele setelah pasca banjir, apakah peternak lele mendapatkan bantuan dari pemerintah setelah mereka mengalami kerugian ? apalagi bila si peternak tersebut sudah tidak mempunyai modal lagi untuk melanjutkan usaha budidaya lele yang sudah di gelutinya bertahun-tahun.


Semoga saja Pemerintah mau mendengar dan memberikan perhatian khusus terhadap permasalahan tersebut.



Friday, January 17, 2014

Mengenal Lebih Dekat Sifat Lele



Dengan mengenal lebih dekat sifat lele akan mempermudah kita untuk melakukan budidayanya, kecenderungan pembudidaya pemula yang gagal beternak ikan lele salah satunya, belum paham karakteristik ikan yang di pelihara, dan minimnya informasi yang di dapatkan tentang  tata cara yang benar memelihara ikan tersebut.

Untuk Menambah wawasan dan informasi bagi kita semua, kali ini Raja lele Mangkutana akan sharring tentang sifat lele. Semoga dapat bermanfaat buat kita semua khususnya bagi Rekan budidaya pemula.
Ikan lele di golongkan ke dalam ikan dataran rendah. Suhu optimal yang di inginkan sekitar 28-30 derajat Celsius. 
 
Ikan lele dapat hidup air dengan kandungan oksigen rendah. Hal ini berarti ikan lele tidak mutlak memerlukan pergantian air yang banyak. Dengan system air tergenang, selama kondisi air tidak terlalu terpolusi oleh unsur racun, terutama amoniak, lele masih bisa hidup dan berkembang.
Pemeliharaan lele pada level suhu di bawah level 28-30 Derajat Celsius akan menyebabkan pertumbuhannya melambat, sehingga waktu pemeliharaan akan bertambah lama. Jika hal ini terjadi, tentu  berpengaruh pada tidak efisienya penggunaan pakan dan biaya produksinya. 

Begitu juga jika kita pelihara lele pada suhu di atas 28- 30 Derajat Celsius, akan menyebabkan lele mudah stress, sakit bahkan bisa menimbulkan kematian. Perubahan suhu air yang di perbolehkan dalam pemeliharaan lele tidak lebih dari 4 Derajat Celsius.

Ikan lele mempunyai sifat aktif di malam hari, hal ini berarti bahwa ikan lele akan lebih efektif jika di beri makan pada malam hari. Pemberian pakan yang tepat, baik frekuensi maupun jumlahnya akan lebih mengefisienkan biaya yang di perlukan di dalam memproduksi per kilogramnya.

Sifat kanibal juga memegang peranan penting dalam keberhasilan  agribisnis lele. Kanibalisme terjadi karena antara lain adanya perbedaan ukuran. Ikan-ikan yang lebih besar ukurannya akan memangsa ikan lele yang lebih kecil. 

Sifat kanibalisme ini juga di timbulkan oleh adanya kekurangan makanan. Ikan lele yang kurang makan akan memangsa apa sajayang di temuinya, termasuk ikan lele yang mempunyai ukuran yang sangat kecil. Kanibalisme dapat di atasi dengan penyortiran yang terjadwal secara teratur. 

Ikan lele yang telah mencapai ukuran besar di pisahkan dan di tempatkan di kolam lain atau jika sudah mencapai ukuran yang di inginkan pasar sebaiknya di jual saja. Untuk ikan lele dengan ukuran yang lebih kecil di sarankan di kumpulkan untuk di pelihara kembali. Ikan ukuran yang lebih kecil akan tumbuh dengan cepat kembali setelah ikan yang mempunyai ukuran besar di ambil. 

Di lihat dari kebiasaannya, ikan lele di golongkan dalam kelompok Omnivora, ikan lele mempunyai sifat Scavanger, yaitu ikan pemakan bangkai, pakan yang paling di sukai lele adalah jasad renik, cacing, jentik nyamuk, siput dan bekicot. Lele juga menyukai pakan buatan yang terkenal dengan nama pelet, oleh karena harga pakan pelet tinggi, pemberian pakan alami seperti cacahan bekicot yang telah di rebus serta sisa ampas tahu merupakan salah satu pakan alternatif di dalam menghemat pengeluaran biaya pakan yang mencapai 60-70% dari total biaya usaha budidaya ikan lele. 

Semoga Bermanfaat

Thursday, January 9, 2014

Ekspor Lele Ke Mancanegara Masih Terbuka Lebar



Di Tahun 2014 permintaan ekspor lele ke beberapa Negara  masih terbuka lebar, bagi rekan  budidaya yang berminat untuk menjual ikan lelenya ke Mancanegara, saat inilah  waktu yang tepat untuk di lakukan. Soal harga, sudah barang tentu sangat tinggi sekali,  5 kali lipat dari harga jual di pasar Indonesia.

Kendati nilai jual lele di pasar ekspor tinggi sekali, namun spesifikasi yang di minta di masing-masing Negara sangat berbada dan cukup ketat, berikut spesifikasi lele untuk ekspor yang harus di penuhi antara lain :

  • Ukuran  per satu ekornya harus mencapai 900 sampai dengan 1500 Gram
  • Bahkan  ada beberapa Negara yang memberlakukan  berat per 1 Kilo gramnya berisi 3 ekor
  • Berbentuk Fillet
  • Ikan lele harus benar-benar Fresh
  • Higenis dan aturan packing lele yang cukup ketat

Kendala Peternak Lele Untuk Menembus Pasar Ekspor

Keinginan peternak lele Indonesia untuk bisa menembus pasar ekspor sebenarnya sangat besar sekali, akan tetapi terbentur dengan adanya kendala dan masalah, di antaranya :

  • Minimnya permodalan
  • Tingginya harga pakan lele akibatnya hasil panen tidak maksimal
  • Belum mampu memenuhi spesifikasi produk yang di minta Negara Tujuan Ekspor
  • Teknologi Budidaya masih minim, bandingkan dengan Vietnam  tentunya masih jauh tertinggal
  • Cara Kelola yang salah dan tidak mengikuti aturan CPIB dan CBIB
Negara Tujuan Ekspor Yang Dapat Menerima Ikan Lele Indonesia Adalah :

  • Swiss
  • Amerika Serikat
  • Spanyol
  • Belanda
  • Perancis
  • Hongkong
  • Taiwan
  • Singapura
  • Italia
  • Jepang


Dari kesimpulan artikel di atas, peluang untuk menembus pasar ekspor masih cukup luas , kendala paling banyak di hadapi rekan budidaya adalah permodalan, untuk itu bantuan dari pemerintah sangat di harapkan, di dalam memberikan solusi permodalan yang di hadapi peternak lele saat ini.

Semoga Bermanfaat


Monday, January 6, 2014

Permintaan Pasar Tinggi Prospek Budidaya Lele Di Sulawesi masih Menjanjikan



Tingginya permintaan pasar untuk ikan lele di wilayah Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara setiap Tahun mengalami peningkatan yang luar biasa. Data terakhir di Tahun 2013 yang berhasil di himpun Raja lele mangkutana dari Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Sulawesi, permintaan benih lele dan lele konsumsi mencapai 1500 sampai  dengan 3000  Ton Per Hari, dan jika di ambil rata-rata berarti dalam satu Tahun daerah Sulawesi membutuhkan lele 10.000 sampai dengan 30.000 Ton Per Tahun. Itu baru permintaan lokal, belum termasuk permintaan ekspor, dan yang pasti setiap Tahun mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Bila kita melihat angka permintaan di atas, tentunya prospek jangka panjang budidaya lele di Sulawesi masih sangat menjanjikan. Bahkan  ada beberapa rekan budidaya  yang tinggal di Mangkutana sangat kewalahan  memenuhi permintaan pasar, meski sudah melakukan penambahan lahan produksi dengan melakukan pembuatan kolam baru, masih saja belum mampu  memenuhi permintaan pasar lokal.

Cara Menyiasati Permintaan  Lele Yang Semakin Banyak

Bisnis Lele sampai kapanpun tidak ada matinya, untuk menyiasati banyaknya jumlah permintaan pasar lokal, ada beberapa tips untuk rekan budidaya antara lain :

  • Lebih produktif lagi di dalam melakukan budidaya lele
  • Penambahan kolam penampungan lele untuk saat ini sangat di anjurkan
  • Pendirian kelompok peternak baru akan menambah wawasan tersendiri
  • Di samping produktifitas di tingkatkan, gemar memelihara lele juga harus di galakan
  • Peran petugas penyuluh perikanan sangat penting, untuk itu kita harus selalu support

Sulawesi Lumbungnya Ikan lele

Di Tahun 2014 ini mari kita canangkan Kota Sulawesi menjadi lumbung lele di wilayah Indonesia Timur, bagi anda  yang tinggal di wilayah Sulawesi dan sekitarnya khususnya di Mangkutana, mari kita budayakan memelihara ikan lele di halaman  samping dan belakang rumah kita, Manfaat memelihara Ikan Lele sangat besar sekali, salah satunya adalah untuk meningkatkan perekonomian kita. Jangan pernah takut gagal untuk memulai beternak lele, dan kenyataan nya untuk memelihara lele itu sangat mudah sekali. Tidak dibutuhkan lahan yang luas, perawatan ikan lele juga tidak  terlalu sulit dan hasil yang di dapat  sungguh mengagumkan. 

Semoga Artikel ini dapat menambah sprit  berbudidaya lele dan menambah wawasan bagi kita semua.